Namun, para ahli menyarankan sakit kepala yang paling benar
disebabkan peningkatan tekanan pada leher dan diperburuk oleh gaya hidup
yang tidak baik. Menurunnya peredaran darah yang terbentuk di otot
leher yang melepaskan bahan kimia, membuat saraf lebih sensitif terhadap
rasa sakit.
Hal ini menyebabkan sakit kepala yang dikenal sebagai nyeri pada
kepala yang menjadikan kepala sangat tegang dan menekan pada kedua sisi
kepala. Para ahli mengatakan 80 persen dari semua sakit kepala yang
paling umum disebabkan oleh tegangnya otot-otot di leher.
Menurut Dailymail, sebuah penelitian baru menemukan 40
persen orang menderita sakit kepala setidaknya sekali seminggu dan 67
persen mengalami sekali sebulan atau lebih.
Namun tahukah Anda, setengah dari orang yang mengatakan sakit
kepala, ternyata dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka menjadi
negatif. Jenis sakit kepala biasanya berlangsung dari 30 menit sampai
dua hari.
Julie Sugrue, seorang fisioterapis mengatakan bahwa peran otot
leher jadi salah satu faktor sakit kepala. Setidaknya ini memiliki 36
kelompok otot dan 20 otot telah terbukti penyebab nyeri kepala.
"Otot-otot ini digunakan untuk berbagai kegiatan seperti
menggerakkan kepala, menjaga postur, makan, berbicara dan ekspresi
wajah. Ada berbagai faktor seperti gaya hidup yang buruk dan peningkatan
ketegangan leher serta saraf yang sensitif menjadikan nyeri pada
kepala," ujar Julie Sugrue.
Sebuah survei telah menemukan bahwa 70 persen dari orang-orang
menunggu 20 menit atau lebih sebelum mengobati sakit kepala mereka.
Kebanyakan dari mereka yang mengalami sakit kepala mengobatinya dengan
meminum parasetamol.
Dokter Andrew Dowson, seorang pendiri dan kepala layanan di Rumah
Sakit King College, London, menyarankan menggunakan ibuprofen untuk
mengobati secara awal untuk pengobatan sakit kepala tipe tegang. Dan
para profesional kesehatan British Association juga menyarankan asipirin
mampu meredakan sakit kepala.
Kebingungan penderita sakit kepala merupakan bagian dari masalah.
Sangat penting bahwa nyeri di otot kepala dan leher sering digambarkan
sebagai kejang atau tegang yang memicu pelepasan bahan kimia
menjadikannya nyeri.
Perhatikan juga bahwa ternyata bahan kimia membuat saraf lebih
sensitif terhadap rasa sakit dan menghasilkan gejala sakit kepala tipe
tegang, untuk itu hindari apapun yang berbahaya.
Salin itu, studi para ahli menemukan, membungkukkan kepala pada
sudut 60 derajat untuk melihat layar ponsel akan memberi tekanan pada
tulang belakang leher, bagian dari tulang belakang di atas bahu. Tekanan
itu sama saja membawa beban empat batu berat selama tujuh tahun. Sangat
tidak jarang untuk hal ini memerlukan operasi pembedahan. (one)



0 Response to "Inilah Faktor Penyebab Seringnya Nyeri pada Kepala"
Post a Comment